Kata kunci Ibrani: Kaveh (קוה, kaveh – harapan, merindukan). Bukan menunggu secara pasif, melainkan menanti dengan sabar dan penuh ketahanan—berakar pada iman.
Saat perjalanan ini berakhir, ayatnya mengulang: "harapan"—ini membutuhkan waktu, memerlukan kekuatan sekaligus kelembutan. Sforno menafsirkan ayat ini sebagai dialog batin: kamu membangun keberanian dengan menanamkan harapan ke dalam hatimu, berulang kali.
Nyalakan lilin atau perhatikan cahaya alami di sekitarmu. Dalam hal apa kamu bisa membawa sedikit lebih banyak harapan, untuk dirimu sendiri atau orang lain, di minggu yang akan datang?
Refleksi: Apa yang memberi hatimu “kekuatan” saat menghadapi ketidakpastian?
