Kitab Rut adalah sebuah kitab singkat dalam Alkitab Ibrani yang dibacakan pada perayaan Shavuot. Kitab ini menceritakan kisah seorang perempuan Moab bernama Rut yang menjadi nenek moyang Raja Daud.
Kisah dimulai dengan terjadinya kelaparan di tanah Yehuda, sehingga seorang pria bernama Elimelekh pergi bersama istrinya, Naomi, dan kedua anak laki-lakinya untuk tinggal di Moab. Di Moab, Elimelekh meninggal, dan kedua anaknya menikahi perempuan Moab, yaitu Rut dan Orpa. Namun kemudian, kedua anak Naomi juga meninggal, sehingga Naomi dan kedua menantunya menjadi janda.
Naomi memutuskan untuk kembali ke Yehuda dan menyarankan kedua menantunya untuk tetap tinggal di Moab dan mencari suami baru. Orpa setuju, tetapi Rut menolak meninggalkan Naomi dan bersikeras ikut bersamanya ke Yehuda.
Naomi dan Rut tiba di Betlehem, dan orang-orang terkejut melihat Naomi. Ia berkata kepada mereka untuk memanggilnya Mara (pahit) karena ia merasa Tuhan telah memperlakukannya dengan pahit.
Kisah selanjutnya menceritakan kesetiaan Rut kepada mertuanya, di mana ia pergi memungut bulir-bulir gandum di ladang untuk mencukupi kebutuhan mereka berdua (memungut sisa panen adalah kebiasaan di mana orang miskin mengumpulkan sisa-sisa gandum di ladang setelah panen selesai).
Rut akhirnya berada di ladang milik Boas, seorang pemilik tanah kaya yang masih kerabat dari suami Naomi yang telah meninggal. Boas memperhatikan Rut dan bertanya kepada para pekerjanya tentang dirinya. Mereka menceritakan tentang kesetiaan Rut kepada Naomi dan betapa rajinnya ia bekerja di ladang.
Boas mendekati Rut dan memintanya untuk tetap memungut di ladangnya agar ia aman, dan ia juga memerintahkan para pekerjanya untuk meninggalkan lebih banyak bulir gandum untuk Rut kumpulkan. Boas juga mengundang Rut makan bersama para pekerjanya dan memberinya gandum panggang untuk dimakan.
Naomi senang mendengar tentang pertemuan Rut dengan Boas dan menyadari bahwa Boas adalah calon suami bagi Rut. Ia menyuruh Rut untuk terus memungut di ladang Boas, dan Rut menuruti nasihatnya.
Saat Rut pulang dengan membawa banyak gandum dan menunjukkan kepada mertuanya apa yang telah ia kumpulkan, Naomi memberkati Boas atas kebaikannya dan memberitahu Rut bahwa Boas adalah kerabat dekat yang bisa menebus mereka menurut hukum Israel. Menurut adat saat itu, seorang perempuan dapat meminta kerabat laki-laki terdekat untuk menjadi penebus keluarga, artinya ia akan menikahi perempuan itu dan bertanggung jawab atas dirinya serta keluarga mendiang suaminya.
Naomi menginstruksikan Rut untuk berdandan dan mendekati Boas saat ia tidur di tempat pengirikan. Rut mengikuti instruksi Naomi dan mendatangi Boas di tengah malam. Ia membuka selimut kaki Boas dan berbaring di sana, menunggu Boas terbangun. Ketika Boas terbangun, ia terkejut melihat Rut tetapi memuji kesetiaannya kepada Naomi.
Rut kemudian meminta Boas untuk menjadi penebus keluarganya, menjelaskan bahwa ia adalah kerabat Boas dan karenanya berhak untuk ditebus olehnya. Boas senang dan berjanji akan menjaga Rut dan keluarganya. Namun, ada kerabat lain yang lebih dekat hubungannya dengan suami Naomi yang telah meninggal daripada Boas, sehingga ia harus diberi kesempatan terlebih dahulu untuk menebus Rut sebelum Boas bisa melakukannya.
Boas meminta Rut untuk tetap di tempat pengirikan sampai pagi agar tidak menimbulkan gosip, dan ia memberinya lebih banyak gandum untuk dibawa pulang kepada Naomi. Rut pulang, dan Naomi senang dengan perkembangan ini, mengatakan bahwa Boas tidak akan beristirahat sampai urusan ini selesai.
Benar saja, Boas pergi ke pintu gerbang kota untuk bertemu dengan kerabat lain yang berpotensi menjadi penebus keluarga. Boas menjelaskan situasinya dan bertanya apakah ia ingin menebus dan menikahi Rut. Kerabat itu awalnya setuju, tetapi kemudian berubah pikiran ketika menyadari bahwa hal itu akan membahayakan warisannya sendiri. Boas kemudian secara terbuka menyatakan niatnya untuk menebus Rut dan menikahinya. Ia memperoleh tanah milik suami Naomi yang telah meninggal dan mengambil Rut sebagai istrinya. Kitab ini diakhiri dengan Rut melahirkan seorang anak laki-laki bernama Obed, yang kemudian menjadi kakek Raja Daud, dan dengan demikian menjadi nenek moyang Dinasti Daud, yang merupakan garis keturunan raja-raja dalam tradisi Yahudi.
Kitab Rut adalah kisah indah tentang kesetiaan, kebaikan hati, dan penebusan. Kisah ini menunjukkan bagaimana Tuhan dapat bekerja melalui kehidupan orang-orang biasa untuk melaksanakan rencana-Nya dan mengingatkan kita bahwa Dia selalu setia pada janji-janji-Nya.
