בִּטָּחוֹן (Bitachon) – Percaya
Transliterasi: Bitachon
Dalam Mazmur 23 yang begitu dicintai, kata jiwa yang muncul adalah “בִּטָּחוֹן” (Bitachon, percaya). Ini bukan optimisme yang naif, melainkan keyakinan tenang bahwa—bahkan saat berjalan di “lembah kekelaman”—kamu tidak pernah ditinggalkan. Gambaran pemazmur tentang seorang gembala membimbing kita: seseorang yang mengenal medan, berjalan bersama kita langkah demi langkah, memperhatikan setiap bahaya dan kebutuhan.
Bitachon adalah keberanian yang hening untuk terus melangkah meski kamu belum tahu langkah berikutnya. Dengan menyebutkan ketakutan namun tetap menegaskan, “Engkau besertaku,” Mazmur ini memberi teladan untuk menghadapi masa-masa yang terasa berat. Hidup mungkin tidak selalu terasa aman, tetapi kehadiran Tuhan yang mendasari segalanya membuatmu bisa menemukan penghiburan yang dalam bahkan di tengah ketidakpastian.
Hari ini, tarik napas perlahan sambil merenungkan ayat: “Aku tidak akan takut bahaya, sebab Engkau besertaku.” Tancapkan dirimu dalam pengetahuan bahwa, seperti tongkat dan gada sang gembala, pertolongan selalu ada bersamamu—kadang tak terlihat, namun selalu meneguhkan.
Pertanyaan Refleksi:
Saat menghadapi tantangan, bisakah kamu menyebutkan satu cara kamu mengalami Bitachon—percaya—dalam hidupmu sendiri? Di mana kamu bisa bersandar pada rasa dukungan spiritual, meski hanya sejenak?
