Tafsiran 2 Tawarikh 2:3: Rashi

הִנֵּה֩ אֲנִ֨י בֽוֹנֶה־בַּ֜יִת לְשֵׁ֣ם ׀ יְהוָ֣ה אֱלֹהָ֗י לְהַקְדִּ֣ישׁ ל֡וֹ לְהַקְטִ֣יר לְפָנָ֣יו קְטֹֽרֶת־סַמִּים֩ וּמַעֲרֶ֨כֶת תָּמִ֤יד וְעֹלוֹת֙ לַבֹּ֣קֶר וְלָעֶ֔רֶב לַשַּׁבָּתוֹת֙ וְלֶ֣חֳדָשִׁ֔ים וּֽלְמוֹעֲדֵ֖י יְהוָ֣ה אֱלֹהֵ֑ינוּ לְעוֹלָ֖ם זֹ֥את עַל־יִשְׂרָאֵֽל׃

ketahuilah, aku hendak membangun sebuah bait bagi nama Yang Mahakekal, Allahku, untuk menguduskannya bagi-Nya: untuk membakar ukupan dari rempah-rempah harum di hadapan-Nya, untuk susunan roti sajian yang tetap, dan untuk korban-korban bakaran pada pagi dan petang, pada hari-hari Sabat, pada bulan-bulan baru, dan pada hari-hari raya Yang Mahakekal, Allah kita. Inilah kewajiban atas Israel untuk selama-lamanya.

Rashi

to devote to Him for some purpose.
Tanya RabiBookmarkShareCopy

Rashi

to burn before Him incense which is a way of honor[ing Him], and this is repeated further (verse 5): “but to burn incense before Him.”
Tanya RabiBookmarkShareCopy

Rashi

making this permanent over Israel Therefore, I request of you to send to me [material] for a good and strong House, because it is required perpetually for Israel to offer up their sacrifice(s) in this House, which I am building.
Tanya RabiBookmarkShareCopy