וַ֠יְהִי ה֥וּא מְסַפֵּ֣ר לַמֶּלֶךְ֮ אֵ֣ת אֲשֶׁר־הֶחֱיָ֣ה אֶת־הַמֵּת֒ וְהִנֵּ֨ה הָאִשָּׁ֜ה אֲשֶׁר־הֶחֱיָ֤ה אֶת־בְּנָהּ֙ צֹעֶ֣קֶת אֶל־הַמֶּ֔לֶךְ עַל־בֵּיתָ֖הּ וְעַל־שָׂדָ֑הּ וַיֹּ֤אמֶר גֵּֽחֲזִי֙ אֲדֹנִ֣י הַמֶּ֔לֶךְ זֹ֚את הָֽאִשָּׁ֔ה וְזֶה־בְּנָ֖הּ אֲשֶׁר־הֶחֱיָ֥ה אֱלִישָֽׁע׃
Ketika Gehazi sedang menceritakan kepada raja bagaimana Elisa telah menghidupkan kembali orang yang sudah mati, tampaklah perempuan yang anaknya telah dihidupkannya kembali itu mengadu kepada raja tentang rumahnya dan ladangnya. Lalu kata Gehazi: “Tuanku raja, inilah perempuan itu, dan inilah anaknya yang telah dihidupkan kembali oleh Elisa.”
Sha'arei Teshuvah
And also in the category of apikoros is one who calls his teacher by his name. And they said (Sanhedrin 100a) that the reason for which Gehazi was punished was because he called his teacher by his name, as it is stated (II Kings 8:5), “this is the woman and this is her son whom Elisha revived.”