Tafsiran Daniel 7:8: Rashi

מִשְׂתַּכַּ֨ל הֲוֵ֜ית בְּקַרְנַיָּ֗א וַ֠אֲלוּ קֶ֣רֶן אָחֳרִ֤י זְעֵירָה֙ סִלְקָ֣ת ביניהון [בֵּֽינֵיהֵ֔ן] וּתְלָ֗ת מִן־קַרְנַיָּא֙ קַדְמָ֣יָתָ֔א אתעקרו [אֶתְעֲקַ֖רָה] מִן־קדמיה [קֳדָמַ֑הּ] וַאֲל֨וּ עַיְנִ֜ין כְּעַיְנֵ֤י אֲנָשָׁא֙ בְּקַרְנָא־דָ֔א וּפֻ֖ם מְמַלִּ֥ל רַבְרְבָֽן׃

Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, sesungguhnya, ada tanduk lain yang kecil tumbuh di antara tanduk-tanduk itu, dan tiga dari tanduk-tanduk yang pertama tercabut di hadapannya. Dan sesungguhnya, pada tanduk itu ada mata seperti mata manusia, dan mulut yang mengucapkan perkataan-perkataan yang congkak.

Rashi

and behold Aram. וַאֲלוּ, like וַאֲרוּ, an expression of “behold.”
Tanya RabiBookmarkShareCopy

Rashi

speaking arrogantly words of arrogance. That is Titus, about whom the Rabbis, of blessed memory, said (Gittin 56b) that he blasphemed and berated and entered the Heichal with brazenness.
Tanya RabiBookmarkShareCopy