וְיִרְמְיָ֜הוּ לָקַ֣ח ׀ מְגִלָּ֣ה אַחֶ֗רֶת וַֽיִּתְּנָהּ֮ אֶל־בָּר֣וּךְ בֶּן־נֵרִיָּהוּ֮ הַסֹּפֵר֒ וַיִּכְתֹּ֤ב עָלֶ֙יהָ֙ מִפִּ֣י יִרְמְיָ֔הוּ אֵ֚ת כָּל־דִּבְרֵ֣י הַסֵּ֔פֶר אֲשֶׁ֥ר שָׂרַ֛ף יְהוֹיָקִ֥ים מֶֽלֶךְ־יְהוּדָ֖ה בָּאֵ֑שׁ וְע֨וֹד נוֹסַ֧ף עֲלֵיהֶ֛ם דְּבָרִ֥ים רַבִּ֖ים כָּהֵֽמָּה׃ (ס)
Lalu Yeremia mengambil sebuah gulungan lain dan memberikannya kepada Barukh bin Neria, juru tulis itu. Barukh menuliskan di dalamnya, sesuai dengan yang diucapkan oleh Yeremia, segala perkataan dari kitab yang telah dibakar dalam api oleh Yoyakim, raja Yehuda. Selain itu, masih ditambahkan lagi kepadanya banyak perkataan yang serupa dengan itu.
Rashi
many words like those At first, there were three alphabetical acrostics: (Lam. ch. 1) “O how... remained,” (2) “How...brought darkness,” (4) “How dim...has become.” And he added to it, (3) “I am the man,” in which every letter is tripled.