בֵּ֤ין הָאוּלָם֙ וְלַמִּזְבֵּ֔חַ יִבְכּוּ֙ הַכֹּ֣הֲנִ֔ים מְשָׁרְתֵ֖י יְהוָ֑ה וְֽיֹאמְר֞וּ ח֧וּסָה יְהוָ֣ה עַל־עַמֶּ֗ךָ וְאַל־תִּתֵּ֨ן נַחֲלָתְךָ֤ לְחֶרְפָּה֙ לִמְשָׁל־בָּ֣ם גּוֹיִ֔ם לָ֚מָּה יֹאמְר֣וּ בָֽעַמִּ֔ים אַיֵּ֖ה אֱלֹהֵיהֶֽם׃
Di antara serambi dan mezbah biarlah para imam, pelayan-pelayan Yang Mahakekal, menangis dan berkata: “Kasihanilah umat-Mu, ya Yang Mahakekal, dan janganlah Engkau biarkan milik pusaka-Mu menjadi cemoohan, sehingga bangsa-bangsa menjadikan mereka bahan sindiran. Mengapa orang di antara bangsa-bangsa harus berkata: Di manakah Allah mereka?”
Duties of the Heart
(4) By tears, lamentations, and mourning, the penitent should express remorse for the sin he had committed, as written "Rivers of waters run down my eyes because they did not keep Your commandments" (Tehilim 119:136), and "Let the priests, the ministers of the L-ord, weep between the porch and the altar" (Yoel 2:17)