לֹא־יוּכַ֣ל בַּעְלָ֣הּ הָרִאשׁ֣וֹן אֲשֶֽׁר־שִׁ֠לְּחָהּ לָשׁ֨וּב לְקַחְתָּ֜הּ לִהְי֧וֹת ל֣וֹ לְאִשָּׁ֗ה אַחֲרֵי֙ אֲשֶׁ֣ר הֻטַּמָּ֔אָה כִּֽי־תוֹעֵבָ֥ה הִ֖וא לִפְנֵ֣י יְהוָ֑ה וְלֹ֤א תַחֲטִיא֙ אֶת־הָאָ֔רֶץ אֲשֶׁר֙ יְהוָ֣ה אֱלֹהֶ֔יךָ נֹתֵ֥ן לְךָ֖ נַחֲלָֽה׃ (ס)
maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruhnya pergi, tidak boleh mengambilnya kembali menjadi istrinya setelah perempuan itu dinajiskan, sebab hal itu adalah kekejian di hadapan Yang Mahakekal. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan Yang Mahakekal, Allahmu, kepadamu sebagai milik pusaka.
Saat ini belum ada tafsiran untuk ayat ini. Silakan coba lagi nanti.