וּבְשׁ֨וּב צַדִּ֤יק מִצִּדְקוֹ֙ וְעָ֣שָׂה עָ֔וֶל וְנָתַתִּ֥י מִכְשׁ֛וֹל לְפָנָ֖יו ה֣וּא יָמ֑וּת כִּ֣י לֹ֤א הִזְהַרְתּוֹ֙ בְּחַטָּאת֣וֹ יָמ֔וּת וְלֹ֣א תִזָּכַ֗רְןָ צִדְקֹתָו֙ אֲשֶׁ֣ר עָשָׂ֔ה וְדָמ֖וֹ מִיָּדְךָ֥ אֲבַקֵּֽשׁ׃
Dan apabila seorang yang saleh berbalik dari kesalehannya dan berbuat kecurangan, lalu Aku menaruh batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Karena engkau tidak memperingatkannya, ia akan mati dalam dosanya, dan perbuatan-perbuatan saleh yang telah dilakukannya tidak akan diingat lagi, tetapi darahnya akan Kutuntut dari tanganmu.
Radak
האלוקים מצא, G’d found our guilt and has now devised a way to trap us and to punish us. This corresponds to how the prophet Ezekiel 3,20 describes G’d’s modus operandi, saying ונתתי מכשול לפניו, “I shall place a stumbling block before him” (a penitent who slides back into sin).