Kutipan Tanakh Ulangan 5:14: Siddur Sefard

וְי֙וֹם֙ הַשְּׁבִיעִ֜֔י שַׁבָּ֖֣ת ׀ לַיהוָ֖֣ה אֱלֹהֶ֑֗יךָ לֹ֣א תַעֲשֶׂ֣ה כָל־מְלָאכָ֡ה אַתָּ֣ה וּבִנְךָֽ־וּבִתֶּ֣ךָ וְעַבְדְּךָֽ־וַ֠אֲמָתֶךָ וְשׁוֹרְךָ֨ וַחֲמֹֽרְךָ֜ וְכָל־בְּהֶמְתֶּ֗ךָ וְגֵֽרְךָ֙ אֲשֶׁ֣ר בִּשְׁעָרֶ֔יךָ לְמַ֗עַן יָנ֛וּחַ עַבְדְּךָ֥ וַאֲמָתְךָ֖ כָּמֽ֑וֹךָ׃

tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat bagi Yang Mahakekal, Allahmu. Jangan melakukan pekerjaan apa pun pada hari itu, baik engkau, anakmu laki-laki, anakmu perempuan, hambamu laki-laki, hambamu perempuan, lembumu, keledaimu, segala ternakmu, maupun pendatang yang tinggal di dalam gerbang-gerbang kotamu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan beristirahat sama seperti engkau.

Siddur Sefard

Therefore, Adonoy blessed the Sabbath day, and made it holy.
Tanya RabiBookmarkShareCopy